Monthly Archives: Maret 2017

Menari Bersama Bintang

Gambar

_kita berlayar sampai kau enggan pulang......naik kapal pesiar...berputar-putar...menari bersama bintang-bintang...-1

Iklan

5 Hal Tentang Gunung Kawi Tidak Seperti dibilang di Google

Standar
5 Hal Tentang Gunung Kawi Tidak Seperti dibilang di Google

Ini bukan tentang Gunung Kawi di Bali ya tapi di Jawa Timur.

Keisengan saya ingin melihat “kemistisan” Gunung Kawi sudah sejak lama. Tapi baru terwujud akhir tahun lalu. Dan ternyata setelah saya lihat dengan mata kepala langsung, Gunung Kawi malah tidak seram-seram amat.

Malahan saya kepikiran untuk menginap beberapa hari di sana untuk merenung seperti yang biasa saya lakukan di ViaVia Jogja hehehe. Saya ke Gunung Kawi bersama abang saya yang nyeleneh–saya sebut begitu karena dia doyan dengan hal-hal mistik plus aneh dan kakak ipar.

“Adek mau ketemu Eyang Jugo ya…” kata abang saya. Saya sendiri tidak tahu siapa Eyang Jugo sampai akhirnya abang cerita kalau Eyang Jugo itu “eyang sakti” di Gunung Kawi yang makamnya kerap dikunjungi pelancong ataupun orang yang berdoa di sana memohon sesuatu.

Dari kunjungan singkat kami ke Gunung Kawi, ada lima hal yang bisa saya simpulkan dari sini dan hal-hal yang tidak di share Mbah Google ke orang yang iseng googling tentang Kawi, seperti saya…

1. Tempatnya Adem dan Khas Pedesaan

Bukan karena pas saya datang hujan ya. Kondisi di sini memang teduh dan tidak ada suasana seram kok. Malahan begitu kami turun langsung diserbu “guide” yang mungkin menganggap semua orang yang datang ke sini untuk melakukan doa bukan iseng seperti kami hehehe.

Begitu keluar dari mobil, untuk sampai ke komplek wisatanya kami melewati rumah penduduk di kiri-kanan jalan yang sempit. Suasananya buat saya seperti di Kali Code. Dan rata-rata di depan rumah penduduk terpasang papan menyewakan kamar yang memang disediakan buat orang-orang yang ingin menginap. Seru juga! Saya jadi teringat rumah penduduk di kaki Gunung Gede yang sering dijadikan basecamp pendaki…

2. Ada Banyak Aksesori

Unik-unik, lucu-lucu, tidak kalah keren dengan yang ada di Malioboro pokoknya. Saya dan kakak ipar membeli gelang dengan model kayu dan batu giok. Di sini juga menjual kaos dengan tulisan Gunung Kawi berbagai motif–kalau tertarik membeli hehehe. Ada juga yang menjual dupa dan jimat.

3. Ada Penginapannya Juga Lho!

Bukan penginapan rumah penduduk tapi penginapan komersil yang berada di barisan toko-toko oleh-oleh. Biasanya penginapan ini penuh saat hari-hari tertentu dan dikeramatkan. Kalau memang moment hari besar, banyak yang datang mulai dari Jawa sampai luar Jawa untuk inap di sini dan berdoa. Saya sempat komentar, “Wah enak juga ya kalau inap di sini,” yang langsung dibilang, “Hush!” sama abang saya.

Abang saya yang nyeleneh ini suka tempat-tempat aneh dan dia juga pernah mengunjungi beberapa tempat keramat termasuk Gunung Kawi. Tapi dia tidak pernah mau menjawab serius setiap saya tanya mendetail tentang pengalaman-pengalamannya dulu.

4. Wisata Kuliner

Namanya juga kawasan wisata, tidak lengkap dunks tanpa makanan. Ada banyak warung-warung sederhana tapi berkesan bertebaran di sini. Mulai dari makanan Jawa sampai chinese food–mungkin karena banyak juga orang chinese yang datang ke sini. Kakak ipar saya mencoba saren yaitu makanan dari darah hewan yang dibekukan. Saya icip sedikit punyanya karena gaya makannya lahap. Rasanya gurih. Kakak ipar saya cerita kalau ibunya sering buat saren di warung mereka. Oh, ya kakak ipar saya ini asalnya dari Jogja dan dia bilang kaulau di Jogja menu seperti ini banyak dijumpai di warung-warung makan.

5. Membaca Nasib

Buat yang percaya tak percaya dan pengin membaca nasibnya bisa coba di sini. Jadi selain makam dua eyang sakti, ada juga kuil Budha tempat berdoa dan membaca nasib dengan cara mengocok-ngocok sebilah papan. Nanti papan yang terjatuh diberikan kepada penjaga kuil untuk dibaca sesuai dengan nomor yang tertera di papan tersebut.

Gimana, tertarik mengunjungi Gunung Kawi? Kalau saya sih, setelah Kawi pengin ke Kemukus. Kalau saya bilang ke abang saya lagi pasti dia komen, “Ya ampun mau ngapain lagi ke sana. Itu kan tempat orang ‘dewasa’ ” 🙂

IMG_20161203_102300