Monthly Archives: September 2012

Dan mereka disebut laki-laki

Standar

Sebagai manusia yang dilahirkan pertama, laki-laki adalah makhluk yang paling egois. Mereka selalu mau menjadi yang pertama, didahulukan dalam segala hal dan memiliki tingkat ego yang luar biasa tingginya. Ini berlaku untuk laki-laki baik dan tidak baik.

 

Saya mengenal satu laki-laki baik, yang memiliki mata sepertiga purnama dengan kulit seputih susu. Dia adalah malaikat yang turun ke bumi. Mungkin dia adalah reinkaransi Yusuf yang meski digoda perempuan sebahenol istri Potifar pun tetap kuat imannya.

 

Dilain lini saya membiarkan diri saya menyukai selimut cokelat. Makhluk yang berasal dari bumi, reinkarnasi dari Yudhistira yang kalem. Awalnya dia mengincar menjadi yang pertama namun setelah memperoleh apa yang dia inginkan dan cintai dia tidak punya kekuatan untuk mempertahankannya.

 

Bahkan dia tega menyuruh orang yang dia cintai untuk melompat ke api suci untuk sebagai ujian untuk kesetiaan. Dia yang mengatakan cinta itu perjuangan diri sendiri bukan dua orang. Dia yang tidak membalas menggenggam, membiarkan orang yang katanya dia cintai bergelantung tak tentu arah. Apa masih pantas dia disayangi? Jika untuk sepotong kue kecil pun rela dia bagi dua.

 

Kemudian saya bertemu dengan iblis tanpa ekspresi. Ketenangannya seperti pembunuh berdarah dingin, setan yang tak punya hati. Mengaku tidak punya cinta tapi hanya nafsu.

 

Sialnya, saya melihat cerita masa depan pada matanya. Cerita yang ingin saya tulis dan ingin saya bagi pada anak cucu saya kelak. Tapi yang namanya iblis tetap iblis. Kalau iblis punya rasa sudah tentu dia tetap di langit, dia egois makanya jatuh ke bumi.

 

Begitulah, entah mereka malaikat, manusia bumi, iblis, yang namanya laki-laki tetap sama. Tidak tahu kenapa, mungkin karena mereka laki-laki.